Welcome Message

a

twitter

Follow on Tweets

Cek Peringkat Blog/Website Anda Dengan Website Grader

Posted in

Website Grader merupakan sebuah Website SEO Tool yang berfungsi untuk mengecek seberapa baik peringkat blog/website Anda di internet. Selain berfungsi sebagai pengecek peringkat, website grader juga berfungsi untuk menganalisa sejauh mana optimasi blog Anda dari sisi SEO, misalnya optimasi meta tag, optimasi gambar yang digunakan di blog, optimasi header (h1 dan h2) yang terdapat di dalam blog, google page rank, google indexed pages, traffic rank (alexa), social mediasphere (berapa banyak halaman blog Anda yang di submit ke social bookmark), dan lain-lain.





Untuk mencoba Website SEO Tool yang satu ini Anda dapat mengunjunginya di websitegrader.com. Untuk menggunakannya Anda tinggal memasukkan URL blog/website Anda di kolom Website URL kemudian klik tombol Generate Report. Anda juga bisa bisa menerima laporan terakhir tentang blog Anda dari websitegrader dengan cara memasukkan alamat e-mail Anda di kolom Your E-Mail.

Kesimpulannya, website grader merupakan Website SEO Tool yang sangat lengkap karena dapat menyajikan informasi yang lengkap tentang blog Anda, dari mulai meta tag sampai social mediasphere.
Akan tetapi tampaknya informasi yang diberikan kurang aktual karena saat saya cek blog saya dengan Tool ini, pagerank blog saya masih 0, padahal sebelumnya saya cek di pagerank.net, pagerank blog saya 1.
Over all, Website SEO Tool yang satu ini cukup bagus digunakan karena bisa memberikan informasi yang lengkap tentang peringkat blog/website Anda di internet.

Akhir kata selamat mencoba :D.

Useful Linux/Unix Cheat Sheet

Posted in

Berikut ini daftar perintah yang umum digunakan sehari-hari di Linux, bersama dengan perintah populer pilihan. Ini hanya daftar singkat, dan penekanan pada perintah manipulasi file.




COMMAND DESCRIPTION

ls List files and folders.
Typical example: ls ‐l

‐l : Long listing (show permissions, ownerships etc.)
‐a : Show all files, including hidden files
‐h : Show KB, MB etc., rather than bytes

cd Change folder
Type cd .. to change to parent folder.
Typical example: cd Documents

cp Copy file or folder
first specify file (and path if necessary),then specify destination.Typical example:
cp myfile.doc Desktop/
‐r : Copy folders too, including contents (otherwise
folders will be ignored)

mv Move file or folder
can also be used to rename files/folders if a new destination isn’t specified. Note that, unlike cp, it is not necessary to specify the ‐r option in order to move folders.

Typical example: (moving): mv myfile.doc Desktop/
Typical example: (renaming): mv old.doc new.doc

rm Delete file(s) or folder(s)
multiple files/folders can be specified.

Typical example: rm –rf myfolder

‐r : Delete folder; must be used if a folder is to be deleted
‐f : Force deletion; don’t prompt user for confirmation
when deleting (useful when deleting lots of folders, but must be used with care)

ln Create a link to a file (similar to a shortcut under Windows)
first specify the file (including path if necessary), and then the location where the link should be created. A different filename may be specified for the new link.

Typical example: ln –s myfile.doc ~/Desktop/

‐s : Create symbolic link, rather than hard link. In nearly all situations, a symbolic link is preferable, making this practically a prerequisite command option less Open specified plain text file in a viewer (use cursor keys to scroll; hit Q to quit). Useful for viewing configuration files.

Typical example: less myfile.txt

df Show amount of free disk space on all attached filesystems.
Typical example: df –h
‐h : Show KB, MB, GB etc. rather than bytes

free Show amount of free memory.
Typical example: free –mt
‐m : Show output in megabytes, rather than kilobytes
‐g : Show output in gigabytes
‐t : Show totals column

grep Search through specified file for a word or phrase. First,specify the phrase, and then the file to be searched through.
Typical example: grep –i wireless myfile.txt

‐i : Ignore upper/lowercase when searching

man View the manual (man) page for specified command. A man page is built-in technical documentation—see Appendix B.
Typical example: man ls

nano Simple text editor that’s ideal for creating, editing or viewing files (particularly configuration files); hit Ctrl+J to re-justify current line should you create a line-break during editing.

Typical example: sudo nano /etc/fstab
umount Unmount attached storage device. Not a typo! The command is umount and not unmount. Needs root powers. Specify the mount point.

Typical example: sudo umount /media/cdrom

locate Find specified file
relies on a background database that is periodically and automatically updated. The database can be manually updated by typing the sudo updatedb command.

Typical example: locate filename.doc
‐i : Ignore upper/lowercase when searching


Sumber : www.akucintalinux.co.cc

Tiny Core Linux 2.5

Posted in

Cukup banyak distro-distro gratis yang ditawarkan oleh sistem operasi Linux. Tiny Core Linux berbasis kernel 2.6, sistem operasi ini dijalankan sepenuhnya melalui RAM, dan diklaim dapat melakukan proses booting dengan sangat cepat. Karena ukurannya yang begitu kecil, maka Tiny Core Linux tidak sepenuhnya tampil berupa desktop. X desktop yang muncul juga minimalis, dengan dukungan internet wireless.




Sebenarnya, Anda dapat menggunakannya untuk kebutuhan apa saja, namun harus Anda modifikasi kembali sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mendapatkan lebih banyak aplikasi, Anda harus mendownloadnya melalui situs resmi Tiny Core Linux secara langsung.

Sumber : infolinux

Untuk mendownload Tiny Core Linux Anda bisa lihat di sini. Ukurannya iso-nya sangat kecil sekitar 10mb.

Rasakan Desktop GNOME 3.0 Dengan GNOME Shell

Posted in

Versi mendatang dari desktop GNOME, yakni GNOME 3.0, menawarkan lebih dari sekedar tampilan untuk berinteraksi dengan desktop. Beberapa pengguna yang telah mencoba, mengatakan kalau desktop ini terlihat lebih cantik daripada GNOME 2.X.




Untuk mencoba sedikit tampilan dari GNOME 3.0, Anda dapat melakukan instalasi GNOME Shell dengan mengetikkan perintah berikut di Terminal :
$ sudo apt-get install gnome-shell




Setelah paket GNOME Shell terinstalasi dengan baik, Anda dapat mengaktifkan GNOME Shell dengan menggunakan perintah berikut :
$ gnome-shell --replace


Sumber : infolinux


Catatan:
Saat penulis mencoba gnome-shell tampaknya aplikasi ini belum dapat berjalan dengan baik, karena beberapa menu terlihat kurang merespon saat diklik. Penulis juga belum tahu cara mengakhiri aplikasi ini, sehingga penulis hanya mengandalkan shortcut Ctrl + Alt + Backspace untuk kembali ke jendela login (restart X) untuk kemudian kembali ke desktop GNOME semula.

ClamAV : Free Antivirus Untuk Linux

Posted in

Siapa bilang Linux tidak bisa kena virus? Tak hanya sistem operasi Windows, dalam sejarahnya ternyata Linux juga pernah kena virus juga lho! Virus macam apa yang bisa menjangkiti sistem operasi yang satu ini? Mari kita teliti lebih dalam. Berikut ini beberapa virus yang diklaim pernah menjangkiti sistem operasi Linux :



Trojans

* Kaiten - Linux.Backdoor.Kaiten trojan horse[15]
* Rexob - Linux.Backdoor.Rexob trojan[16]

Viruses

* Alaeda - Virus.Linux.Alaeda[17]
* Bad Bunny - Perl.Badbunny[6][18]
* Binom - Linux/Binom[19]
* Bliss
* Brundle[20]
* Bukowski[21]
* Diesel - Virus.Linux.Diesel.962[22]
* Kagob a - Virus.Linux.Kagob.a[23]
* Kagob b - Virus.Linux.Kagob.b[24]
* MetaPHOR (also known as Simile)[25]
* Nuxbee - Virus.Linux.Nuxbee.1403[26]
* OSF.8759
* Podloso - Linux.Podloso (The iPod virus)[27][28]
* Rike - Virus.Linux.Rike.1627[29]
* RST - Virus.Linux.RST.a[30] (known for infecting Korean release of Mozilla Suite 1.7.6 and Thunderbird 1.0.2 in September 2005[31])
* Satyr - Virus.Linux.Satyr.a[32]
* Staog
* Vit - Virus.Linux.Vit.4096[33]
* Winter - Virus.Linux.Winter.341[34]
* Winux (also known as Lindose and PEElf)[35]
* Wit virus[36]
* ZipWorm - Virus.Linux.ZipWorm[37]

Worms

* Adm - Net-Worm.Linux.Adm[38]
* Adore[39]
* Cheese - Net-Worm.Linux.Cheese[40]
* Devnull
* Kork[41]
* Linux/Lion
* Mighty - Net-Worm.Linux.Mighty[42]
* Millen - Linux.Millen.Worm[43]
* Ramen worm
* Slapper[44]
* SSH Bruteforce[45]

Sumber : wikipedia

Yah, walaupun sebenarnya virus di Linux masih sangat jarang ditemui, akan tetapi ada baiknya kita memasang antivirus di sistem operasi Linux kita. Untuk apa? Misalnya bagi pengguna Linux newbie seperti saya :D yang masih memiliki sistem operasi dual-boot Windows dan Linux, contoh jika sistem operasi Windows saya terkena virus dan tidak dapat dibuka sama sekali (boro-boro me-scan menggunakan antivirus, wong antivirusnya aja gak bisa diinstall), nah jika Anda memiliki kasus seperti ini Anda bisa mengakalinya dengan me-scan direktori Windows Anda menggunakan antivirus yang terpasang di Linux, dan akhirnya Windows Anda mungkin bisa terselamatkan.

Nah, ini contoh satu kasus saja, mungkin banyak kasus-kasus yang lain yang memungkinkan kita untuk menggunakan antivirus di Linux, jadi ada baiknya dipasang untuk berjaga-jaga (stanby :D).



Salah satu free antivirus yang populer di Linux adalah ClamAV, yah walaupun kemampuan deteksi virusnya mungkin masih di bawah antivirus untuk Windows sepert AVG, Avira, Kaspersky, ataupun Symantec, akan tetapi lumayanlah untuk jaga-jaga.

Oke langsung saja, berikut panduan untuk menginstall ClamAV di Linux Ubuntu :
  • Buka Terminal, kemudian ketikkan perintah berikut untuk menginstall ClamAV engine.
    $ sudo apt-get install clamav

  • Lalu install juga ClamTk sebagai GUI dari ClamAV (karena kalau tidak diinstall Anda harus menjalankan ClamAV melalui Terminal).
    $ sudo apt-get install clamtk

  • Setelah ClamAV dan ClamTk selesai diinstall Anda dapat menjalankannya melalui Menu > System > Administration > Virus Scanner atau di Menu > System Tools > Virus Scanner.







  • Untuk me-scan direktori yang diinginkan, Anda tinggal klik button Directory.

Sebenarnya banyak antivirus lain selain ClamAV yang bisa diinstall di Linux, dan mungkin karena keterbatasan waktu, penulis akan menyajikannya di lain waktu.
Akhir kata, selamat mencoba :D